|
1 |
Eco Exotic Forget everything you know about Indonesian furniture and home accessories. Here in the heart of Java, a committed group of producers is breaking new ground by fusing a proud heritage of craftsmanship, a commitment to achieve sustainability, and a relentless drive for quality.
Eco Exotic brings together nine of Indonesia’s leading companies that produce furniture and home accessories. Most of these manufacturers have considerable experience in exporting to the US, Europe and Japan, just to mention a few. Having established themselves as reliable trading partners, Eco Exotic companies are taking a major leap forward—ensuring that their manufacturing practices neither endanger the natural environment nor harm people. Whether it involves Forest Stewardship Council (FSC) certification, exploring the limitless potential of natural renewable fibers such as pandanus or rattan, eliminating toxic glues or phasing out artificial dyes, Eco Exotic members have all embarked on a path towards sustainability. This new direction is enshrined in time-bound strategic action plans to be implemented over the coming years.
|
791 |
|
2 |
ASEPHI Bali Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bali adalah wadah penyaluran aspirasi perajin dan pengusaha Bali yang bergerak dibidang kerajinan Bali dengan tujuan untuk mendorong, membina dan berperan serta bagi para anggota dalam upaya mengembangkan jiwa kewiraswastaan dan memajukan hingga menjadi pengusaha yang profesional, kuat, dan tangguh serta mendorong peran serta dalam pelaksanaan program pemerintah dalam menyukseskan pembangunan ekonomi nasional.
Organisasi ini berdiri sejak tanggal 5 April 1975 dimana pada saat itu sektor bidang kerajinan perlu mendapat perhatian karena merupakan sektor yang menyerap banyak tenaga kerja; produk bernilai seni dan mempunyai fungsi kegunaan dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat; sebagian besar diusahakan oleh pengusaha kecil menengah (UKM); mempunyai potensi produksi yang besar serta beraneka ragam produk sesuai dengan budaya; sumber bahan baku cukup tersedia, tidak bergantung kepada impor; telah diterima oleh pasar dunia; tahan terhadap krisis (sudah terbukti).
Dengan demikian kerajinan industri perlu pembinaan secara berkesinambungan baik produksi maupun pemasarannya. Dilihat dari perkembangan ekspor kerajinan Indonesia berarti produk kerajinan Indonesia telah masuk oleh pasar dunia dan memberi sumbangan kepada penerimaan devisa untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia.
|
560 |