|
Pada 13-15 April 2010, Kementerian Riset dan Teknologi menyelenggarakan Workshop Manajemen Inovasi. Workshop ini merupakan lanjutan dari Wokrshop Sistem Inovasi Nasional yang telah dilaksanakan pada 30 Maret – 1 April 2010. Dalam worksohop ini trainer utama yang memberikan materi adalah Dipl. Kauf. Peter Hahn (VDE/VDI-IT Jerman), Dudi Hidayat, Papipptek – LIPI) dan Tatang Taufik (PKT – BPPT) bertindak selaku Co-Trainer. Untuk menambah wawasan peserta dalam memahami proses inovasi yang ada di lingkungan industri, dihadirkan juga pelaku industri Bapak Erik Santoso (Direktur PT. Kreasi Sanadi Multi) sebagai narasumber yang mempresentasikan pengalaman melakukan inovasi produk dan produksi serta menjalin hubungan di dalam maupun di luar perusahaannya termasuk dengan lembaga litbang.

Tujuan utama penyelenggaraan Workshop Manajemen Inovasi adalah untuk meningkatkan kemampuan SDM yang mengelola lembaga intermediasi, sehingga proses intermediasi dapat berjalan sesuai dengan kemauan keduabelah pihak yaitu inventor maupun industri, selain itu meningkatkan kemampuan SDM melihat prospek dari sebuah inovasi, dengan mengetahui karakteristik inovasi, aspek-aspek dalam inovasi, proses inovasi dalam suatu siklus produk. Inovasi sangat diperlukan agar produk dapat tetap mempunyai daya saing di pasar sehingga dapat mempertahankan serta bisa meningkatkan keuntungan suatu industri. Seorang manajer inovasi harus bisa menentukan pada kondisi kapan sebuah inovasi harus dilakukan. Untuk setiap produk baru yang dihasilkan dari suatu proses inovasi memerlukan analisis pasar. Produk inovasi dikatakan berhasil tidak hanya dilihat dari teknologi saja, tetapi produk tersebut juga harus bisa diterima oleh pasar.
Workshop Manajemen Inovasi dihadiri oleh 31 orang peserta yang berasal dari Balitbang Propinsi, Balitbang Kemeterian, Perguruan Tinggi dan Lembaga Intermediasi. Pada sesi I, dilakukan perkenalan dari trainer dan masing-masing peserta dan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang konsep dasar manajemen inovasi. Pada sesi II, peserta dibagi dalam 4 kelompok untuk membuat suatu analisis aspek-aspek dalam proses inovasi produk. Ide produk yang dianalisis adalah 1) Batik, 2) produk olahan ikan dan udang, 3) lempok (dodol durian) dan 4) furniture. Aspek-aspek yang dianalisis antara lain aspek produk, proses produksi, penjualan dan distribusi, target konsumen, pemasaran dan merek, kompetensi, keuangan dan keuntungan. Berdasarkan dari hasil analisis sesuai dengan kelompok, maka setiap kelompok diharuskan untuk mempresentasikan hasil analisisnya kepada semua peserta workshop. (ad-ddipt/humasristek)
|