|
KRT dan BMBF Dukung Penguatan Sistem Inovasi |
|
|
|
|
Tuesday, 30 March 2010 12:41 |
|
Jakarta, 30 Maret 2010. Pelatihan Sistem Inovasi Nasional (SINAS) dan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) merupakan kegiatan yang penting dalam membantu proses penguatan sistem inovasi di Indonesia. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan kepada para peserta untuk dapat memonitor, mengevaluasi dan memoderatori penguatan sistem inovasi nasional dan sistem inovasi daerah. Hal tersebut dikatakan Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Idwan Suhardi saat membuka pelatihan tersebut di Jakarta, 30 Maret 2010.
|
Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama Kementerian Riset dan Teknologi bekerjasama dengan BMBF Jerman dan dilaksanakan dari tanggal 30 Maret sampai dengan 1 April 2010 di Jakarta. Peserta pelatihan berjumlah 41 orang, antara lain berasal dari beberapa KRT dan Kementerian lainnya, LPNK Ristek, BI, KUMK, DRN, Pemda dan DRD
Dalam training ini pihak Jerman memberikan bantuan tenaga ahli sebagai trainer, sementara para ahli sistem inovasi dari Indonesia juga akan dilibatkan sebagai co-trainer. Menurut Santosa Yudo, pelatihan ini bertujuan untuk: Membentuk kesepahaman pola pikir (mindset) mengenai SINAS dan SIDA; Membangun SINAS dan SIDA untuk peningkatan daya saing nasional; Menyusun master plan SINAS dan SIDA; dan Meningkatkan kemampuan dari para manajer inovasi, khususnya di lembaga-lembaga intermediasi, untuk menunjang tumbuh berkembangnya inovasi.
Sasaran yang akan dicapai adalah untuk: Kemampuan dan ketrampilan untuk membuat program bersama dalam menyusun regulasi dan insentif yang terkait R & D, pembentukan institusi serta jaringan kerja lintas kementerian; Kemampuan dan keterampilan membuat Master Plan SINAS dan SIDA; Kemampuan dan keterampilan profesionalitas Manager Inovasi sebagai motivator untuk tumbuh kembangnya inovasi; Terbentuknya Steering Committee (SC) untuk SINAS sebagai sarana koordinasi dan komunikasi. Secara ideal, Steering Committee SINAS diketuai oleh Presiden RI dan SINAS Indonesia dipetakan melalui kolaborasi lintas kementerian kunci dan lembaga pemerintah setingkat kementerian dalam mendorong R&D dan inovasi di industri.
|
 |
Menurut Prakoso, Kepala Bidang Urusan Difusi dan Diseminasi Iptek, selama pelatihan para peserta kan mendapatkan 3 modul pelatihan yaitu: Modul 1: Main Elements and Success Factors of a National Innovation System, untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para pejabat publik dalam mengevaluasi, merencanakan, dan mengimplementasikan Sistem Inovasi Nasional; Modul 2: Regional Innovation Potential Analysis (RIPA) as Basis for Tailor-made R&D Policy, untuk Penguatan Sistem Inovasi Daerah; dan Modul 3: Training Approach for Innovation Managers untuk meningkatkan profesionalitas para intermediator dan difokuskan dalam konteks usaha kecil-menengah.
Lebih lanjut Prakoso mengatakan bahwa setelah pelatihan ini, para peserta akan kembali ke instansinya masing-masing untuk mengimplentasi Sistem Inovasi Nasional dan Sistem Inovasi Daerah dan menurut rencana pada bulan Oktober 2010, para peserta pelatihan akan melakukan pertemuan kembali untuk mengevaluasi hasil di masing-masing instansi. (humasristek/ss/mhA)
|
|
Last Updated on Friday, 30 April 2010 12:55 |