|
 |
VIP Seminar
Pembukaan Workshop Terpadu Sistem Inovasi Nasional, Sistem Inovasi Daerah, dan Manajemen Inovasi
Tanggal: 29 Maret 2010
Venue: Ruang Komisi Utama - Gedung II BPPT lt. 3 - Jakarta Pusat
Peserta:Akademisi, Pengusaha, Pemerintah
Pembicara:
Suharna Surapranata / Menteri Riset dan Teknologi, Norbert Baas / Duta Besar Jerman, Zuhal / Rektor Universitas Al-Azhar, Gerd Meier zu Köcker / Kepala Departemen Transfer Teknologi VDI|VDE|IT Jerman, Syamsul Arifin / Direktur Utama PT. Kalbe Farma, Marzan Aziz Iskandar / Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)
Moderator:
Lukman Hakim / Wakil Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

|
 |
VIP Seminar ini diadakan untuk membuka serangkaian Workshop mengenai Sistem Inovasi Nasional, Sistem Inovasi Daerah, dan Manajemen Inovasi. Pelatihan Sistem Inovasi Nasional (SINAS) dan Sistem Inovasi Daerah (SIDA) merupakan kegiatan yang penting dalam membantu proses penguatan sistem inovasi di Indonesia. Workshop ini diharapkan dapat memberikan keterampilan kepada para peserta untuk dapat memonitor, mengevaluasi dan memoderatori penguatan sistem inovasi nasional dan sistem inovasi daerah. Hal tersebut dikatakan Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Idwan Suhardi saat membuka VIP Seminar tersebut.
Workshop ini terselenggara atas kerja sama Kementerian Riset dan Teknologi bekerjasama dengan BMBF Jerman dan dilaksanakan dari tanggal 30 Maret sampai dengan 1 April 2010 di Jakarta. Peserta pelatihan berjumlah 41 orang, antara lain berasal dari beberapa KRT dan Kementerian lainnya, LPNK Ristek, BI, KUMK, DRN, Pemda dan DRD
Dalam training ini pihak Jerman memberikan bantuan tenaga ahli sebagai trainer, sementara para ahli sistem inovasi dari Indonesia juga akan dilibatkan sebagai co-trainer. Menurut Santosa Yudo, pelatihan ini bertujuan untuk: Membentuk kesepahaman pola pikir (mindset) mengenai SINAS dan SIDA; Membangun SINAS dan SIDA untuk peningkatan daya saing nasional; Menyusun master plan SINAS dan SIDA; dan Meningkatkan kemampuan dari para manajer inovasi, khususnya di lembaga-lembaga intermediasi, untuk menunjang tumbuh berkembangnya inovasi.
Sasaran yang akan dicapai adalah untuk: Kemampuan dan ketrampilan untuk membuat program bersama dalam menyusun regulasi dan insentif yang terkait R & D, pembentukan institusi serta jaringan kerja lintas kementerian; Kemampuan dan keterampilan membuat Master Plan SINAS dan SIDA; Kemampuan dan keterampilan profesionalitas Manager Inovasi sebagai motivator untuk tumbuh kembangnya inovasi; Terbentuknya Steering Committee (SC) untuk SINAS sebagai sarana koordinasi dan komunikasi. Secara ideal, Steering Committee SINAS diketuai oleh Presiden RI dan SINAS Indonesia dipetakan melalui kolaborasi lintas kementerian kunci dan lembaga pemerintah setingkat kementerian dalam mendorong R&D dan inovasi di industri.
Menurut Prakoso, Kepala Bidang Urusan Difusi dan Diseminasi Iptek, selama pelatihan para peserta kan mendapatkan 3 modul pelatihan yaitu: Modul 1: Main Elements and Success Factors of a National Innovation System, untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para pejabat publik dalam mengevaluasi, merencanakan, dan mengimplementasikan Sistem Inovasi Nasional; Modul 2: Regional Innovation Potential Analysis (RIPA) as Basis for Tailor-made R&D Policy, untuk Penguatan Sistem Inovasi Daerah; dan Modul 3: Training Approach for Innovation Managers untuk meningkatkan profesionalitas para intermediator dan difokuskan dalam konteks usaha kecil-menengah.
Lebih lanjut Prakoso mengatakan bahwa setelah pelatihan ini, para peserta akan kembali ke instansinya masing-masing untuk mengimplentasi Sistem Inovasi Nasional dan Sistem Inovasi Daerah dan menurut rencana pada bulan Oktober 2010, para peserta pelatihan akan melakukan pertemuan kembali untuk mengevaluasi hasil di masing-masing instansi. (humasristek/ss/mhA)
|
Diselenggarakan oleh:
Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia

Kementerian Edukasi dan Riset Negara Federal Jerman
Pelaksana:
Business Technology Center Network
VDI|VDE|IT Jerman
|
|
Last Updated on Monday, 12 April 2010 17:00 |